Potensi Tanaman Kaliandra Merah



 Rakan #SangPenggerak

Potensi tanaman Kaliandra Merah atau Calliandra calothyrsus memang sangat menarik.Tanaman jenis perdu yang sering dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu ini justru mengandung biomass atau kalori yang cukup tinggi. Bahkan dari hasil studi penelitian, menyebutkan bahwa dalam 1 kg Kaliandra ini mengandung 4.200 kalori dalam bentuk wood chip (cacahan kayu) belum lagi kalau dibuat pellet. Potensi kalori yang cukup tinggi dari Kaliandra ini, nampaknya membuat Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini, beren­cana untuk mengembangkan tanaman ini sebagai bahan bakar pengganti batu bara untuk Pembangkit Listrik. Kaliandra ini dinilai cocok untuk dikembangkan di daerah-daerah terpencil, terisolir, pulau-pulau terluar di seluruh Indonesia, khusus untuk wilayah yang dalam waktu 10 tahun ke depan belum bisa terlayani oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara). Termasuk di beberapa wilayah di Papua dan Papua Barat. Apalagi sejumlah negara lain, seperti Korea maupun Cina saat ini sudah mulai meninggalkan pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara, sebab suatu saat batu bara ini akan habis. Oleh karena itu, negara-negara tersebut kini mulai mengembangkan pembangkit listrik dengan tenaga atau bahan bakar alternatif yang terbarukan, terutama dengan pellet kayu atau wood chip yang mengandung kalori tinggi, seperti halnya Kaliandra. Mengapa Kaliandra ini yang dipilih? Sebab, budidaya Kaliandra di Indonesia ini bisa dilakukan secara terpadu. Selain batang kayunya dimanfaatkan untuk bahan bakar untuk dibuat pellet kayu atau wood chip dan bahan bakar untuk pembangkit listrik, daunnya juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya kambing jenis domba. Tidak hanya itu, tanaman Kaliandra yang bisa berbunga sepanjang tahun ini, juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan lebah madu, sehingga dalam satu area kebun Kaliandra bisa dipadukan dengan budidaya lebah madu, khususnya dari jenis ApisCerana maupun ApisMaliferra.



Tanaman Kaliandra ini juga mampu hidup di daerah atau lahan kritis, sehingga sangat cocok untuk dikembangkan di lahan-lahan tidur, bahkan bisa menjadi tanaman perintis untuk daerah-daerah bekas pertambangan. Intinya, tanaman ini bisa hidup dalam kondisi yang sulit hingga ketinggian mencapai 1.800 meter dari permukaan air laut, tanaman ini hanya butuh sinar matahari, air dan zat hara. Dalam kondisi minim zat hara, Kaliandra Merah masih bisa tumbuh, walaupun tidak seoptimal jika dibandingkan di lahan yang subur. #JejakLangkahSangPenggerak dalam upaya #PerluasanKesempatanKerja untuk mendorong #TenagaKerjaMandiri
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TV Desa Kutaraja

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Banda Aceh, Aceh, Indonesia
Saya Bobby seorang Penggerak Swadaya Masyarakat pada Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh WA. 085370508081

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.